Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa (PBSJ), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Muhammadiyah Purworejo melaksanakan kuliah lapangan Mata Kuliah Pagelaran Seni Drama dan Sanggar Sastra Jawa melalui apresiasi Sendratari Ramayana di Candi Prambanan, Yogyakarta, pada Kamis (8/5/2025).
Kegiatan yang mengusung tema “Implementasi Pembelajaran Pagelaran Seni Drama dan Sanggar Sastra Jawa melalui Apresiasi Sendratari Ramayana” tersebut diikuti oleh dosen pengampu mata kuliah serta mahasiswa PBSJ semester 3 dan semester 6. Kegiatan berlangsung mulai pukul 10.00 hingga 22.00 WIB.
Kuliah lapangan ini dilaksanakan sebagai bentuk pembelajaran yang menghubungkan pemahaman teori dengan pengalaman langsung di lapangan. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa tidak hanya mempelajari drama dan sastra secara tekstual di dalam kelas, tetapi juga mendapatkan kesempatan untuk mengamati secara langsung proses sebuah karya seni diwujudkan dalam bentuk pertunjukan.
Sendratari Ramayana dipilih sebagai objek apresiasi karena merupakan salah satu pertunjukan yang memadukan berbagai unsur seni dan budaya Jawa. Pertunjukan tersebut menggabungkan seni tari, drama tanpa dialog, musik gamelan, serta cerita yang bersumber dari epos Ramayana. Latar Candi Prambanan juga memberikan pengalaman estetis dan historis yang memperkuat pembelajaran mahasiswa.
Rangkaian kegiatan diawali dengan persiapan dan pengumpulan peserta. Mahasiswa kemudian melakukan perjalanan menuju Kraton Yogyakarta. Setelah istirahat, salat, dan makan siang, peserta berkesempatan berkeliling Kraton Yogyakarta untuk mengenal lebih dekat lingkungan dan warisan budaya Jawa.
Setelah kegiatan di Kraton Yogyakarta selesai, peserta melanjutkan perjalanan menuju Candi Prambanan. Sebelum menyaksikan pertunjukan, mahasiswa mendapatkan waktu untuk beristirahat dan mempersiapkan diri. Pada pukul 19.30–22.00 WIB, peserta menyaksikan pertunjukan Sendratari Ramayana.
Melalui apresiasi pertunjukan tersebut, mahasiswa dapat mengamati berbagai unsur dramatik, seperti alur cerita, penokohan, ekspresi artistik, tata panggung, gerak tari, musik, serta penggunaan simbol-simbol budaya. Pengalaman ini memberikan gambaran mengenai keterkaitan antara karya sastra, naskah drama, dan realisasinya dalam sebuah pertunjukan.
Kegiatan kuliah lapangan juga menjadi sarana untuk menumbuhkan apresiasi dan kecintaan mahasiswa terhadap seni pertunjukan tradisional Jawa. Mahasiswa diharapkan tidak hanya menjadi penikmat seni, tetapi juga mampu berperan dalam menjaga, mengembangkan, dan mengenalkan kebudayaan Jawa kepada masyarakat.
Selain memperkuat pemahaman akademik, kegiatan ini memberikan pengalaman belajar yang lebih kontekstual bagi mahasiswa PBSJ. Pengalaman menyaksikan langsung pertunjukan Sendratari Ramayana diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa dalam mengembangkan kreativitas, penulisan naskah drama, maupun praktik pementasan dalam kegiatan Sanggar Sastra Jawa.
Kuliah lapangan berlangsung dengan lancar dan ditutup dengan perjalanan kembali menuju Universitas Muhammadiyah Purworejo. Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk pembelajaran berbasis pengalaman yang mendukung mahasiswa PBSJ agar memiliki kemampuan apresiasi sastra sekaligus wawasan budaya yang lebih luas.