Detail Berita

PBSJ Culture Festival 2026 Jadi Wadah Generasi Muda Kenali dan Lestarikan Budaya Jawa

Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa (HIMBAJA) Universitas Muhammadiyah Purworejo menyelenggarakan PBSJ Culture Festival (Culfest) 2026 dengan mengusung tema “Festival untuk Generasi Muda Pencinta Tradisi”. Kegiatan ini menjadi wadah apresiasi budaya bagi generasi muda melalui kompetisi seni dan sastra Jawa, khususnya Nembang Jawa dan Geguritan.

PBSJ Culfest 2026 dilaksanakan pada Kamis, 12 Februari 2026 di Ruang Seminar dan ruang kelas Kampus III Sucen Universitas Muhammadiyah Purworejo. Kegiatan tersebut diikuti oleh 42 peserta, yang terdiri atas 13 peserta Lomba Nembang Jawa kategori putra, 22 peserta kategori putri tingkat SMA/SMK/sederajat se-Kedu, serta 7 peserta Lomba Geguritan tingkat SD se-Kabupaten Purworejo.

Kegiatan ini dilaksanakan sebagai salah satu upaya HIMBAJA untuk menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap kebudayaan Jawa. Melalui perlombaan Nembang Jawa dan Geguritan, peserta tidak hanya diberikan ruang untuk menunjukkan kemampuan, tetapi juga didorong untuk mengenal dan menghayati nilai-nilai budaya yang terkandung dalam seni tembang dan sastra Jawa.

Rangkaian kegiatan diawali dengan registrasi peserta pada pukul 07.00 WIB, kemudian dilanjutkan dengan pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur'an, menyanyikan lagu Indonesia Raya, serta sambutan dari ketua panitia, Ketua Umum HIMBAJA, dan Ketua Program Studi PBSJ, Drs. Aris Aryanto, S.S., M.Hum. Setelah itu, kegiatan dimeriahkan dengan penampilan tari dari UKM Teater Surya.

Memasuki acara inti, peserta mengikuti perlombaan sesuai dengan cabang masing-masing. Lomba Geguritan dilaksanakan di ruang kelas Kampus III Sucen, sedangkan Lomba Nembang Jawa kategori putra dan putri berlangsung di Ruang Seminar Kampus Sucen. Peserta Geguritan dinilai berdasarkan intonasi, artikulasi, ekspresi atau penghayatan isi, dan penampilan. Sementara itu, penilaian Nembang Jawa meliputi kesesuaian nada, vokal, penguasaan lagu, serta penampilan.

Lomba Geguritan berlangsung hingga pukul 11.00 WIB dan dilanjutkan dengan proses penentuan pemenang oleh dewan juri. Sementara itu, perlombaan Nembang Jawa dilanjutkan dengan babak penyisihan hingga akhirnya terpilih 10 peserta yang terdiri atas lima putra dan lima putri untuk mengikuti babak final. Babak final berlangsung pada sore hari dengan suasana yang semakin kompetitif dan penuh antusiasme.

Pada akhir kegiatan, panitia mengumumkan para pemenang dan menyerahkan penghargaan kepada peserta terbaik. Lomba Geguritan menempatkan Ajeng Hayu Pramesti dari SD N Pangengudang sebagai juara pertama, diikuti Ariane Belicia Camille dari SD N Duduwetan sebagai juara kedua dan Yudhistira Satria Wariwijaya dari SD N Karangrejo Loano sebagai juara ketiga.

Sementara itu, kategori Nembang Jawa putra menempatkan Malkan Abdul Aziz dari SMA N 11 Purworejo sebagai juara pertama, Norbert Aghasca Hebert Arkananta dari SMA N 7 Purworejo sebagai juara kedua, dan Mizael Jozha Axcelcio dari SMA N 7 Purworejo sebagai juara ketiga. Pada kategori putri, juara pertama diraih Adelia Fatimah Azzahra dari SMA Muhammadiyah Wonosobo, juara kedua Aurora Almufe Hidayat dari MAN Purworejo, dan juara ketiga Eliezer Titus Pratiwi dari SMA N 7 Purworejo.

Melalui PBSJ Culfest 2026, HIMBAJA tidak hanya memberikan ruang bagi pelajar untuk berkompetisi, tetapi juga mendorong tumbuhnya semangat pelestarian budaya Jawa. Kegiatan ini turut memberikan pengalaman kepada peserta untuk meningkatkan kreativitas, kepercayaan diri, kemampuan berekspresi, serta keterampilan dalam mengolah vokal, intonasi, dan penghayatan sastra Jawa.

Selain memberikan manfaat bagi peserta, penyelenggaraan Culfest juga menjadi pengalaman bagi mahasiswa PBSJ dalam mengelola kegiatan eksternal. Proses perencanaan hingga pelaksanaan melatih kemampuan komunikasi, kepemimpinan, kerja sama, dan manajemen kegiatan mahasiswa.

Dengan terselenggaranya PBSJ Culture Festival 2026, HIMBAJA berharap kegiatan tersebut dapat terus menjadi agenda tahunan yang mendukung pelestarian bahasa dan sastra Jawa sekaligus memperluas jejaring Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa dengan sekolah-sekolah di wilayah Kedu.

Slot gacor Slot gacor Slot gacor Slot gacor Slot gacor Slot gacor Slot gacor